Tim Monev  Catat Kekurangan Dalam Penggunaan DD di Tirta Kencana

0
56

Mukomukonews.com – Pemcam Air Rami gelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan nonfisik Dana Desa (DD) tahap ke-1 tahun 2022 di Desa Tirta Kencana, Kecamatan Air Rami, Kamis (14/7/2022).

Monev dipimpin langsung oleh Camat Air Ram, Sunandi, SP, M.Si,i didampongi oleh Kasubag Keuangan, M.Sidik, S.Sos, Kasi Ekobang, Miftahudin, SE beserta Staf Ekobang, Mimran.

Turut hadir dalam Monev, Babinsa, Kades, perangkat Desa, BPD, pendamping desa dan tokoh masyarakat Desa Tirta Kencana.

Pantauan awak media, Monev dibagi menjadi 2 tim yakni, tim 1 memeriksa adminitstrasi pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa yang dipimpin langsung oleh Kasubag keuangan, M.Sidik, S.Sos.

Sedangkan tim 2 meriksa laporan dana Bumdes dan tata pengelolaan aset desa dipimpin oleh Kasi Ekobang, Miftahudin, SE didampingi stafnya, Mimran.

Setelah melakukan pemeriksaan, ke dua tim kemudian memaparkan langsung apa saja yang menjadi poin catatan dari hasil pemeriksaan ke dua tim tersebut.

Kasubag Keuangan, M.Sidik, S.Sos di dalam rkegiatan rapat monev tersebut memaparkan, bahwa berkaitan dengan pembuatan laporan pertanggungjawaban keuangan pengelolaan DD tahap 1 tahun 2022 di Desa Tirta Kencana, Kecamatan Air Rami, masih tercatat beberapa poin kekurangan

“Salah satunya terkait adminitstrasi Pelaksanaan kegiatan fisik yang nilai nominalnya melebihi 10 juta mengacu pada Perbub no 8 tahun 2020 tentang pengadaan barang dan jasa harusnya menggunakan dokumentasi penawaran kepada penyedia barang dan jasa,” terang M.Sidik, S.Sos.

Selain itu kata M.Sidik, S.Sos, Kades Tirta Kencana yang baru harus melakukan perubahan SK sebagai dasar pembayaran ketika terjadi perubahan nama penerima SiILTAP.

Sedangkan Kasi Ekobang, Miftahudin, SE, dalam pemaparan hasil pemeriksaannya juga masih menemukan sejumlah poin kekurangan terkait Bumdes dan tata kelola aset desa salah satunya Register dan nomor barang aset desa.

“Saya harap, terkait dengan Motor Dinas agar pajaknya segera dibayarkan. Terkait Bumdes juga mau tidak mau kita dituntut pengelolaannya diterapkan sesuai PP 11 tahun 2021 agar dibentuk ADRT nya . Harapan kita mana yang menjadi catatan agar segera dibenahi,” tutur Miftahudin, SE.

Menanggapi hal itu, Kades Tirta Kencana, Azhar menyampaikan, terkait Bumdes Silpa sudah 2 tahun itu sebelum dirinya menjabat Kades dan pihaknya bersama BPD sudah memanggil pengurus dan membicarakan terkait Bumdes tersebut.

“Saya sebagai Kades baru tentunya mengakui masih banyak kekurangan, untuk itu dalam kesempatan ini kami sangat memohon bimbingan dan arahan baik dari pak Camat maupun pendamping desa,” kata Kades, Azhar.

Sedangkan Camat Air Rami, Sunandi, SP, M.Si kepada Pemdes Tirta Kencana dengan tegas menyampaikan, Monev tersebut sifatnya hanya pembenahan. Namun kata Camat, apa yang menjadi catatan dalam Monev agar segera dibenahi.

“Kenapa? ketika misalnya, Desa Tirta Kencana menjadi sample pemeriksaan penggunaan DD oleh Badan Pemeriksa Keuanhan (BPK) maka tidak menjadi temuan mereka.

“Monev ini, sifatnya pembenahan bukan mencari-cari kesalahan, terutama terlait Bumdes. Dan semuanya kita kembalikan ke pihak desa, kekuranga mau dibenahi atau tidak. Terkait Bumdea Saya harap segera dirapatkan dengan pengurus juga dengan masyarakat.” Pungkas Camat. (asp).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here