Mukomukonews.com – Deputi 1 Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta berkunjung ke Mukomuko dalam rangka untuk meninjau sejumlah Pembangunan infrastruktur.

Diketahui, Febry Calvin Tetelepta bersama rombongan tiba di bandara mukomuko Rabu, (30/6/2021) sore dengan disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, H. Sapuan dan Wasri serta Forkopimda Mukomuko.

Sesaat seteleh tiba di Mukomuko, para rombongan Deputi 1 KSP dan Bupati mukomuko berangkat bersama sama dari bandara menuju Balai Daerah Mukomuko dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Dan Beberapa Kepala OPD.

Bupati Mukomuko, H Sapuan, SE, MM, Ak, CA, CPA dalam acara ramah tamah itu, menyampaikan tentang tata letak secara geografis keadaan daerah kabupaten Mukomuko, serta memyampaikan secara garis besar Infrastruktur, Ekonomi dan Budaya daerah Kabupaten Mukomuko.

“kalau wilayah Mukomuko termasuk zona merah bencana. Dengan kondisi alamnya yang demikian membuat laju abrasi di wilayah pesisir sangat cepat, sehingga harus ditanggulangi secara serius,” Ungkap Sapuan,

Dikatakan Bupati Mukomuko, Mukomuko menghadapi sejumlah permasalahan sejak berusia 18 tahun. Menurutnya Sapuan daerah Mukomuko sangat membutuhkan beberapa pembangunan untuk menjadi penunjang lajunya percepatan ekonomi di Kabupaten Mukomuko.

“Kabupaten Mukomuko Sangat Banyak Membutuhkan infrastruktur , Khususnya di kawasan dalam, desa-desa eks transmigrasi. Serta Kabupaten Mukomuko masih kekurangan energi listrik, dengan kedatangan Bapak Febry Calvin Tetelepta dan rombongan ini nanti bisa melihat langsung keadaan daerah kabupaten Mukomuko, mudah – mudahan kedepan kabupaten Mukomuko bisa mendapatkan pembagunan dari pemerintah Pusat,” jelas Sapuan.

Menanggapi sambutan Bupati tersebut, Febry Calvin Tetelepta yang merupakan utusan Presiden mengatakan, bahwa pihak KSP benar benar serius ingin mendorong percepatan pembangunan di Mukomuko, baik bidang infrastruktur, energi dan investasi.

“Silahkan buat proposalnya yang baik, sesuai kebutuhan, bawa ke KSP. Tidak perlu ke Kementerian Teknis. Nanti kita yang kumpulkan instansi teknis itu di KSP.” Pungkas Febry, dikutip dari Batuahnews.(asp).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here