Mukomukonews.com – pengajuan Permohonan pemblokiran game online seperti PUBG, Free Fire, Mobile Legends, dan Higgs Domino kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) oleh bupati Mukomuko dengan nomor 555/222/D.8/VI/2021 mendapat tanggapan dari Keluarga Besar Alumni UGM.

Tanggapan ini, dikemukakan langsung oleh Dinno Budi Laksono, S.E., M.BA., PMEC., LSSWB., SFPC., CSFPC., RWVCPC., CIIF., LFPC., CASF, kepada awak media mukomukonews, Senin, (5/7/2021).

Kata Dinno, Bupati Mukomuko sebaiknya meninjau ulang pengajuan permohonan pemblokiran game online tersebut dan fokus Pada Penciptaan Lapangan Kerja Dan Penyelesaian Keuangan Daerah sebab permasalahan Mukomuko saat ini yang krusial bukanlah game online yang telah menjadi kebiasaan dikalangan remaja, melainkan kondisi keuangan daerah yang perlu dibenahi dan dibukanya lapangan kerja bagi pemuda pemudi Mukomuko agar dapat turut serta membangun Kabupaten Mukomuko.

“Dewasa ini, era kemajuan teknologi dan informasi terus berkembang dan setiap elemen haruslah mempersiapkan diri menyambut kemajuan tersebut. Sehubungan dengan surat yang dikirimkan oleh Pemda Mukomuko untuk meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) memblokir game online dengan alasan dampak negatif,” jelasnya.

Dinno menyampaikan, bahwasannya Pemerintah daerah Kabupaten Mukomuko seharusnya tidak hanya melihat sisi negatif melainkan juga perlu mempertimbangkan sisi positif dari game online tersebut.

“Sebagaimana informasi dari CNBC Indonesia, World Health Organization (WHO) mengkampanyekan di rumah saja dan main game sebagai cara melawan wabah Covid-19. Ditengah pandemi corona, masyarakat disarankan untuk berada dirumah agar memutus rantai penyebaran virus. Kegiatan berada dirumah baik itu work from home maupun belajar secara daring tentu saja menimbulkan kebosanan, hal inilah yang membuat organisasi kesehatan dunia WHO melakukan kampanye main game untuk menjaga kondisi mental masyarakat dan mengusir kebosanan selama wabah virus corona covid-19 (https://www.cnbcindonesia.com, Maret 2020),” ungkapnya.

Untuk diketahui jelas Dinno, Pada tahun 2020 lalu pemerintah secara resmi mengadakan piala presiden Esport, dimana salah satu yang dipertandingkan adalah Free Fire. Pada kompetesi tersebut tidak hanya diikuti oleh para pemain dari Indonesia saja, tetapi juga diikuti oleh beberapa negara tetangga di ASEAN seperti Vietnam, Kamboja, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Pelaksanaan piala presiden Esport itu sendiri merupakan permintaan langsung presiden Jokowi kepada Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) saat itu, Triawan Munaf untuk mengadakan turnamen. (esport(https://www.cnbcindonesia.com, Januari 2020).

“Wakil Kemendag (Kementerian Perdagangan), Jerry Sambuaga menyebut pemerintah bakal mengembangkan game online buatan Indonesia. Bahkan, Jerry mewacanakan game online buatan Indonesia dimasukkan ke dalam cabang e-sport Pekan Olahraga Nasional (PON) (https://www.suara.com, April 2021). Dari sini kita dapat melihat bahwa pemerintah pusat mendukung kehadiran game online ditanah air, bahkan mendukung diciptakannya game karya anak bangsa. Terlepas dari dampak negatif seperti yang disampaikan Bupati Mukomuko gangguan penglihatan, obesitas hingga ” De quervain syndrome”, gangguan psikologis yang menyebabkan anak menjadi lebih individual dan egois. Menurut saya belum ada data yang menjelaskan adanya masalah serius di Mukomuko yang diakibatkan oleh game online. Dampak buruk gangguan penglihatan tidak bisa disebut karena game online, ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu, tidak serta merta karena game online, menonton tv terlalu lama, melakukan pekerjaan melalui komputer yang mengharuskan menatap layar dalam tempo yang lama juga dapat membuat gangguan penglihatan, demikian halnya dengan membaca buku terlalu dekat juga menyebabkan gangguan penglihatan

Kita bisa melihat sisi positif dari game online yaitu meningkatkan kerja otak, mengajarkan sportivitas, mengasah kemampuan.” Tutupnya.(asp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here