BLK Mukomuko Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

0
66
Pembukaan Pelatihan oleh Kepala Dinas Marjohan (berdiri di tengah)
Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mukomuko, menggelar pelatihan berbasis kompetensi. Kamis 16/05/24.

Kepala BLK Bambang Kurniawan. ST., di ruang kerjanya Rabu 15/05/24 kepada awak media mukomukonews.com mengatakan, BLK Mukomuko Provinsi Bengkulu menggelar 6 jenis pelatihan yang diikuti 96 peserta.

“Tahun 2024 ini, BLK sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mukomuko, melaksanakan enam kejuruan pelatihan berbasis kompetensi dengan jumlah peserta 96 orang”, kata Bambang Kurniawan.

peserta pelatihan

Bambang Kurniawan menjelaskan enam kejuruan pelatihan yang digelar BLK,  terdiri Bangunan, Garmen Apparel, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pariwisata, Teknis Las dan Listrik.

Kepala BLK Bambang Kurniawan

“Untuk bangunan dilatih mengerjakan proses produksi furniture kayu, garmen apparel belajar menjahit pakaian dengan mesin, practical office advance untuk kejuruan teknologi informasi dan komunikasi, di bidang pariwisata membuat kue atau bakery, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana kelas teknik listrik, terakhir pengelasan pipa” jelas Bambang.

Bambang berharap setelah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi, para peserta  memanfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihannya sebagai modal untuk bekerja di dunia usaha.

“Semoga para peserta pelatihan, selesai belajar di sini dapat bersaing untuk bekerja di dunia usaha, bahkan lebih dari itu mereka mampu membuka usaha sendiri”, harapnya.

Selanjutnya awak media mukomukonews.com didampingi Kepala BLK Bambang Kurniawan dari ruang kerjanya, menuju ruang pelatihan pelatihan kejuruan garmen apparel yang hari sedang berlangsung.

Di ruang pelatihan awak media berbincang dengan salah peserta pelatihan, Mbak Tika dari Penarik, yang setelah pelatihan mempunyai niat untuk membuka lapangan kerja di kampungnya.

“Sekarang saya sudah bisa bikin mukena, rok, kemeja dan blus, Insya Allah selesai pelatihan ini ingini buka usaha di kampung”, ucap yang duduk menghadap mesin jahitnya.

Tika mewakili teman-temannya, mengucapkan terima kasih kepada instruktur (pelatih) yang sabar membimbing dalam pelatihan.

“Masuk ke sini untuk menjahit saya itu benar-benar nol, mesin jahit saja baru lihat dan pegang di sini, terima kasih atas kebaikan dan kesabarannya mengajari menjahit”, pungkas Tika. (ADV/KR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here